wplingua domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/aksn3573/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131Betapa bangganya aku terhadap Kartiniku. Bayangkan, Ia adalah sosok ibu yang disela-sela waktunya yang banyak diluangkan untuk bekerja, masih tetap mau mengajarkan kami untuk mengerjakan pekerjaan sekolah, mencari perlengkapan sekolah, bahkan ketika Ia bisa, Ia pun menyampul buku pelajaran kami sambil pelan-pelan mengajarkan caranya. Di waktu luangnya kala akhir pekan tiba, Ia suka membuat masakan yang tidak pernah cela di lidahku. Entah itu masakan percobaan pertama, atau pun masakan andalannya. Tidak pernah aku mendapatkan rasa yang mampu menandingi Ayam Pop, Pumpkin Soup dan Nasi Tim buatannya.
Di tengah-tengah kesibukannya untuk mengurus kami, Kartiniku masih mampu mendampingi sosok maskulin dan tetap menempatkannya pada posisi kepala keluarga. Kartiniku juga masih mampu merawat orang tuanya, dan masih mampu untuk tetap mengenyam ilmu bahkan sampai jenjang doktoral di usianya yang ke-lima puluh.
Sungguh bangganya aku ketika Ia dinobatkan menjadi seorang Professor perempuan kedua di sebuah fakultas yang terkenal maskulin dari sebuah Universitas yang bernamakan negara kami ini. Tak sedikit teman-teman sejawatnya yang sudah menjadi menteri dengan kesibukan bukan hanya mengurus rumah tangga domestik saja, tapi bahkan rumah tangga negara. Tapi, kami yang mencintainya selalu menghalanginya untuk maju sampai kesana karena kami tidak ingin beban pikiran, pekerjaan dan waktu pengabdian Kartiniku terlalu berat. Biarlah Ia berperan sesuai dengan keadaan yang terjadi. Kami sudah sangat puas dengan keadaan seperti itu. Maafkan kami jika kami jadi menghalangi langkahmu, Kartiniku.
Tapi .. siapa sih Kartiniku ini? Ia adalah ibuku.
Selamat hari Kartini, Ibu. Aku bangga padamu :’) Tetaplah menjadi Kartiniku selamanya.
*Sketsa dibuat oleh kakekku, Juni 1967.
]]>Globally, we witnessed and experienced human evolution. We changed the way we work and the way we interact with each other, but one thing remained unchanged, is my gratitude to have you in my life.
2020 taught us how to love one another unconditionally. This year, we saw many people are challenged to survive, and behind all the struggles, we were shown the beauty of humanity, the support we give and receive as part of family and friends. Today, I am proud to say, “Well done, we’ve made it this far!”
Thank you for being a part of an important journey in humanity, thank you for your support during this difficult year.
Meow your Christmas be meowy and have a wonderful holiday season.
=======
That was my Christmas message to my dear friends and family. And now, as the day winds down, I felt a big hole in my heart because Christmas can never be the same again. There’s always that someone missing, someone we loved so dearly. It’s not the same anymore, because we can’t be together as extended family, we can’t freely visit or be visited by our relatives. But it has certainly taught me something, that is to appreciate the little things and be grateful that even it was only “just us”, my nuclear family is my whole world. And thank you God, you allow me to have Christmas with them today. And it was, beautiful.
]]>