May 1, 2021

Kartiniku

By aksaramia

Sosok idola wanita bagi banyak orang tentu ada beragam. Ada yang mengidolakan ibunya, ada yang mengidolakan tokoh politik, tokoh pengusaha, dan lain-lainnya. Pada kesempatan ini, aku ingin menceritakan tokoh Kartiniku, seorang perempuan yang tidak kalah tangguh dari potret seorang Kartini yang tangguh yang selama ini kita kenal.

Betapa bangganya aku terhadap Kartiniku. Bayangkan, Ia adalah sosok ibu yang disela-sela waktunya yang banyak diluangkan untuk bekerja, masih tetap mau mengajarkan kami untuk mengerjakan pekerjaan sekolah, mencari perlengkapan sekolah, bahkan ketika Ia bisa, Ia pun menyampul buku pelajaran kami sambil pelan-pelan mengajarkan caranya. Di waktu luangnya kala akhir pekan tiba, Ia suka membuat masakan yang tidak pernah cela di lidahku. Entah itu masakan percobaan pertama, atau pun masakan andalannya. Tidak pernah aku mendapatkan rasa yang mampu menandingi Ayam Pop, Pumpkin Soup dan Nasi Tim buatannya.

Di tengah-tengah kesibukannya untuk mengurus kami, Kartiniku masih mampu mendampingi sosok maskulin dan tetap menempatkannya pada posisi kepala keluarga. Kartiniku juga masih mampu merawat orang tuanya, dan masih mampu untuk tetap mengenyam ilmu bahkan sampai jenjang doktoral di usianya yang ke-lima puluh.

Sungguh bangganya aku ketika Ia dinobatkan menjadi seorang Professor perempuan kedua di sebuah fakultas yang terkenal maskulin dari sebuah Universitas yang bernamakan negara kami ini. Tak sedikit teman-teman sejawatnya yang sudah menjadi menteri dengan kesibukan bukan hanya mengurus rumah tangga domestik saja, tapi bahkan rumah tangga negara. Tapi, kami yang mencintainya selalu menghalanginya untuk maju sampai kesana karena kami tidak ingin beban pikiran, pekerjaan dan waktu pengabdian Kartiniku terlalu berat. Biarlah Ia berperan sesuai dengan keadaan yang terjadi. Kami sudah sangat puas dengan keadaan seperti itu. Maafkan kami jika kami jadi menghalangi langkahmu, Kartiniku.

Tapi .. siapa sih Kartiniku ini? Ia adalah ibuku.

Selamat hari Kartini, Ibu. Aku bangga padamu :’) Tetaplah menjadi Kartiniku selamanya.

*Sketsa dibuat oleh kakekku, Juni 1967.